BunSay4 JaTim | Game Level 8 | Day 6 | Cerdas Finansial | Hobby Baru : Menunggu Tukang Sayur

day6_b

Masih nyambung dengan kegiatan Kakak sebelumnya, beberapa kali tertarik untuk coba jajan hanya pada saat Bund membeli sayur di tukang sayur yang kerap lewat setiap menjelang siang dengan motor yang hampir membawa segala kebutuhan dapur.

Kakak kerap membuntuti supaya mendapat kesempatan ikut keluar pagar dan pasti dimulai dengan menyapa Mba Tukang Sayur “Haiiii, beliiii.. beliiii..”

Siang kemarin, Mba Sayur belum juga muncul karena seperti biasa jadwal kadang bisa maju mundur 10 sampai dengan 15 menit, mungkin tergantung ramai atau tidaknya pembeli sebelum mengarah ke daerah kami. Alhasil, Kakak bersiaga untuk standby menunggu kedatangan jajanannya. Hahaha.

Sambil main dan membentengi pagar adalah modus Kakak supaya ia bisa memberi kode ke Bund kalau – kalau Mba Sayur datang dengan membunyikan klaksonnya di depan rumah. Bocil rupanya sudah bisa punya seribu cara ya supaya bisa ikutan jajan.

Kali ini Kakak menurunkan beberapa keranjang besar Bund yang biasanya dijadikan tempat bantal sofa di dalam rumah. Ayo keluarin semua, keluarin semua aja Kak. Padahal di dalam rumah udah amburadul mainannya serba dikeluarkan dari box. Hahahaha. 

Setelah diperhatikan selama beberapa menit, ternyata Kakak sedang asik bermain seolah ia sedang melakukan jual-beli sendiri.”Bu, beli cokelat bu.. Bu beli bu..” Seolah ia sedang menyiapkan skrip ketika bertemu dengan Mba Sayur.

15 menit sudah berlalu, akhirnya Mba Sayur yang dinantikan datang. Dari yang Bund pahami dan observasi kecil ini, akan memahami gaya transaksi jual-bei sebatas beli cemilan dan memberikan uang koin. Wah ka, belum aja kamu kenal transaksi belanja online. Hahahaha. Oke baiklah hari ini observasinya segini dulu.

BunSay4 JaTim | Game Level 8 | Day 5 | Cerdas Finansial | Bawa Air Minum Sendiri, Hemat & Sehat

Ciye-ciye anak kecil sudah mulai masuk kelas aja nih minggu ini. Karena jarak yang ditempuh lumayan jauh, jadi mesti bekal ini-itu termasuk air minum yang masing-masing tetap pegang sendiri.

Meski sekolahnya agak berjarak, but no worries mudah-mudahan memang rejeki anak-anak yang diusahakan ini bisa membawa perubahan yang signifikan untuk kemajuan skill anak-anak. Aamiin.

Kembali ke bekal. Kenapa anak-anak diajarkan membawa bekal sendiri dari rumah? Selain memang Bund mengingat stock snack juga cukuplah di lemari. Iya point utama adalah menjaga kesehatan yang juga sudah jelas air minum apa dan sudah terbiasa. Poin lain sebagai alasannya adalah ya bisa HEMAAAAAAAT juga. Hahahaha.

Kebayang kan kalau tiap masuk kelas serba beli, rogoh kocek terus. Padahal alokasi dana bebelian bisa digeser ke ongkos PP.

Untungnya meski sudah selesai kelas, kemudian anak-anak mau main di taman Bund ngga perlu khawatir Bro Sist Bersaudara minta jajan, pasti mereka akan menoleh ke dalam tasnya masing-masing.

Seperti mengajarkan sebuah trik, setiap inget mau jajan selalu melihat ke tas atau botol minum sendiri. Eitsssss, bismillah bisa istiqomah karena mengajarkan anak-anak ya mama onlineku semua pahamlah, kadang mereka memiliki pasang surut konsistensi. Namanya juga anak.

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: